Di tengah pergaulan yang semakin liberal dan budaya “kebebasan berekspresi”, banyak remaja dan pemuda melupakan satu perintah yang paling mulia setelah tauhid: birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua). Bahkan sebagian menganggap bahwa “sudah dewasa” berarti tidak perlu tunduk kepada orang tua. Padahal, Islam memandang bakti kepada orang tua sebagai bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak…”
(QS. Al-Isra: 23)
Perhatikan bahwa perintah tauhid dan berbakti kepada orang tua datang dalam satu ayat, menandakan betapa agungnya kedudukan orang tua dalam Islam.
Berbakti Itu Wajib, Bukan Sekadar Etika
Birrul walidain bukan sekadar akhlak sosial, melainkan kewajiban syar’i. Ia tidak bergantung pada:
- Apakah orang tua kita baik atau tidak
- Apakah mereka mengerti agama atau tidak
- Apakah mereka sudah tua atau masih kuat
Karena perintahnya datang dari Allah, bukan dari mereka.
Hadits-Hadits tentang Keutamaan Birrul Walidain
- Rasulullah ﷺ ditanya: “Amalan apa yang paling utama?”
Beliau menjawab:“Shalat pada waktunya.” Lalu apa?
“Berbakti kepada orang tua.”
(HR. Bukhari dan Muslim) - Nabi ﷺ juga bersabda:
“Keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan orang tua.”
(HR. Tirmidzi, hasan)
Bentuk-Bentuk Birrul Walidain
- Taat kepada perintah mereka dalam perkara yang ma’ruf
- Melayani dan membantu keperluan mereka
- Berbicara lembut dan santun
- Tidak membentak atau meninggikan suara
- Mendoakan mereka setiap hari
- Menghormati teman-teman mereka
- Menjaga nama baik keluarga
“…dan janganlah kamu mengatakan kepada keduanya: ‘Ah’, dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
(QS. Al-Isra: 23)
Jika Orang Tua Tidak Taat atau Belum Paham Agama?
Islam tetap memerintahkan birrul walidain selama tidak dalam kemaksiatan.
“Jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Allah… maka janganlah engkau menaati keduanya, namun pergaulilah mereka di dunia dengan cara yang baik.”
(QS. Luqman: 15)
Artinya:
- Tidak taat dalam maksiat, tapi tetap beradab dan sopan
- Tidak menyakiti, walau berbeda keyakinan atau pandangan
Kesalahan Umum Pemuda terhadap Orang Tua
- Merasa lebih tahu karena belajar agama
- Menggurui orang tua dengan nada keras
- Menuntut orang tua berubah secepat dirinya
- Merasa malu karena orang tua kurang “islami”
- Tidak berterima kasih atas pengorbanan mereka
Padahal, hijrah tidak boleh menjadikanmu durhaka, dan ilmu tidak boleh menjadikanmu sombong.
Kisah Inspiratif Birrul Walidain
Uwais Al-Qarni dikenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada ibunya. Ia tidak sempat bertemu Rasulullah ﷺ karena sibuk merawat ibunya, tapi Rasulullah tetap memuji namanya di hadapan para sahabat.
“Akan datang kepada kalian seorang laki-laki dari Yaman, namanya Uwais… jika kalian bertemu dengannya, mintalah ia mendoakan kalian.”
(HR. Muslim)
Birrul Walidain Setelah Kematian Orang Tua
- Mendoakan mereka
- Melunasi utang dan janji mereka
- Menyambung silaturahmi keluarga mereka
- Bersedekah atas nama mereka
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya sebaik-baik bentuk bakti kepada orang tua setelah wafat adalah menyambung hubungan dengan orang-orang yang dicintai oleh ayahnya.”
(HR. Muslim)
Birrul Walidain Itu Jalan Menuju Surga
“Sungguh, rugi dan hina seseorang yang mendapati kedua orang tuanya dalam keadaan tua, tapi tidak membuatnya masuk surga.”
(HR. Muslim)
Artinya, keberadaan orang tua adalah peluang emas untuk meraih surga, bukan beban atau keterpaksaan.
Penutup: Jika Ingin Allah Ridha, Pastikan Orang Tuamu Ridha
Jangan tunggu mereka sakit atau wafat untuk menyesal. Jangan tunggu mereka lemah untuk menyesuaikan sikap. Jangan tunggu hidayah mereka untuk bersikap baik.
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang, dan ucapkanlah: ‘Wahai Rabbku, rahmatilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil.’”
(QS. Al-Isra: 24)
Siapapun kamu, sehebat apapun kamu, selama orang tuamu masih hidup — jadilah anak yang paling berbakti.
MERENAH merajut ukhuwah menebar dakwah
