black and grey microphone on stand

Menjaga Lisan: Kunci Keselamatan Dunia dan Akhirat

Dalam Islam, lisan adalah bagian tubuh yang kecil, tapi bisa mengantarkan seseorang ke surga atau ke neraka. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa ucapan adalah cerminan hati, dan banyak orang yang celaka karena lisannya—bukan karena fisiknya.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Mengapa Lisan Harus Dijaga?

Karena:

  • Lisan mudah bergerak, lebih cepat dari pikiran
  • Dosa lisan sering dianggap sepele
  • Fitnah terbesar dalam sejarah Islam dimulai dari ucapan

Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:

“Ketahuilah, wajib atas setiap mukallaf untuk menjaga lisannya dari segala ucapan kecuali jika ada maslahat yang jelas.”

Dosa-Dosa Besar Akibat Lisan

1. Ghibah (menggunjing)

“Menyebut saudaramu dengan sesuatu yang ia benci jika mendengarnya.”
(HR. Muslim)

“Sukakah salah satu dari kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati?”
(QS. Al-Hujurat: 12)

2. Namimah (adu domba)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.”
(HR. Muslim)

3. Dusta

“Celaka bagi orang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa.”
(HR. Abu Dawud)

Termasuk juga membuat konten fiktif, prank, atau menyebar informasi hoaks.

4. Mengolok-ngolok dan menghina

“Janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain…”
(QS. Al-Hujurat: 11)

Menjaga Lisan di Era Digital

Sekarang, ucapan tidak lagi hanya dari mulut. Tapi juga dari:

  • Jari-jari di media sosial
  • Status dan komentar
  • Konten video dan audio

Apa yang kamu ketik, Allah catat sebagaimana yang kamu ucapkan.

“Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
(QS. Qaf: 18)

Diam Adalah Keselamatan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apakah manusia diseret ke dalam neraka di atas wajah mereka melainkan karena hasil dari lisannya?”
(HR. Tirmidzi, hasan shahih)

Berkata benar itu berpahala, tapi diam dari keburukan adalah keselamatan.

Contoh Akhlak Rasulullah ﷺ dalam Berbicara

  • Ucapannya singkat tapi sarat makna
  • Tidak pernah berkata kotor
  • Tidak pernah mencela atau melaknat
  • Selalu memilih kata terbaik dan paling jujur

“Tidaklah Rasulullah itu orang yang keji dan tidak pula berkata keji. Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya orang Mukmin itu bukan pencela, bukan pengutuk, bukan berkata keji, dan bukan berkata jorok.’”
(HR. Tirmidzi)

Tanda Lisan yang Sakit

  1. Suka debat kusir
  2. Senang memotong ucapan orang
  3. Gemar menyindir atau menghina
  4. Menertawakan dosa orang lain
  5. Tidak tahan untuk diam

Solusi Melatih Lisan yang Bersih

  1. Perbanyak diam dan tafakur
  2. Berlatih berkata lembut dan positif
  3. Biasakan dzikir di sela waktu
  4. Jauhi lingkungan dan konten yang buruk
  5. Tanyakan sebelum berbicara: “Perlu nggak ya?”

Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata:
“Barangsiapa banyak bicaranya, maka banyak pula kesalahannya. Dan barangsiapa banyak salahnya, maka sedikitlah rasa malunya. Dan barangsiapa sedikit malunya, maka lenyaplah ketakwaannya.”

Menggunakan Lisan untuk Kebaikan

Lisan bisa menjadi:

  • Jalan ke surga: mengajak ke tauhid, menyebarkan ilmu, membaca Qur’an, mendoakan sesama.
  • Atau jalan ke neraka: ghibah, adu domba, dusta, dan sindiran.

“Barangsiapa yang bisa menjamin bagiku apa yang ada di antara dua rahangnya (lisan) dan dua pahanya (kemaluan), maka aku akan menjamin surga untuknya.” (HR. Bukhari)

Penutup: Ukur Keimananmu dengan Lisanmu

Iman yang kuat tidak akan membiarkan lisannya menyakiti orang lain.

“Seorang Muslim adalah yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maka wahai pemuda, berhati-hatilah dengan lisanmu, baik di dunia nyata maupun digital. Sebab satu kalimat saja bisa menjatuhkan seluruh timbangan amalmu, atau justru mengangkatmu ke surga tertinggi.

About Amr Abdul Jabbar

Check Also

lone road going to mountains

Istiqamah: Teguh di Atas Jalan Kebenaran Hingga Akhir

Beragama itu bukan tentang siapa yang paling cepat memulai, tetapi siapa yang paling konsisten sampai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *